Ahmad Dahlan, K.H. (1868-1923), Pahlawan Kemerdekaan Nasional Indonesia, pembaharu (reformer) ajaran Islam di Indonesia. Juga dikenal sebagai pelopor dan pendiri Muhammadiyyah di Indonesia. Lahir dengan nama Muhammad Darwisy di Kampung Kauman Yogyakarta, berasal dari kalangan keluarga ulama terpandang. Ayahnya bernama K.H. Abu Bakar, seorang ulama dan Khatib terkemuka di Mesjid Besar Kesultanan Yogyakarta. Ibunya bernama Nyai Abu Bakar, adalah puteri dari H. Ibrahim yang menjabat sebagai penghulu kesultanan juga. Ia merupakan anak ke-empat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhanya saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Dalam silsilah ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa,[1] dengan silsilah: Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) bin K.H. Abu Bakar bin K.H. Muhammad Sulaiman bin Kiayi Murtadla bin Kiayi Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad Fadlul’llah (Prapen) bin Maaulana ‘Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim.[2] Berdasarkan garis keturunan ini muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) mempunyai dasar yang kokoh dan kuat dalam hal agama Islam. Atas dasar yang kokoh inilah kepribadian Moh. Darwis tumbuh dan sempurna dan kelak menghantarkannya pada gerbang ke-ulamaan pula seperti nenek-moyangnya.